Bismillaah..
Aku mau berbagi cerita tentang "menjaga hati" >.<
Ini kisah
nyata antara adinda dan putra.. Namanya bukan nama asli.. Dan sumber dari
twitter teh @vanillaas
simak yaa :3
1. Ini tentang kedua insan manusia yang
selalu berupaya untuk slalu mendekat kepada Allah Subhanahu wa ta'ala.
2. Mereka sama-sama berhijrah dari kehidupan
yang kelam menjadi lebih baik. Dimana mereka kembali pada pelukan Allah setelah
mereka menjauh darinya.
3. Kedua insan itu adalah adinda dan putra. Mereka dipertemukan
kembali dalam keadaan berhijrah mengenal Allah dlm hidup mereka.
4. Hadirnya putra dikehidupan adinda, tanpa
disadari mengambil hatinya adinda. Terbuai oleh keshalihan yang tampak di
permukaan.
5. Inilah bukti nyata iman naik tingkat, godaan naik derajat. Hembusannya
tak terasa. Adinda slalu berbunga-bunga ada putra dalam hari-harinya.
6. Keterbiasaan mereka melakukan komunikasi
membentuk sebuah kebiasaan, dimana mereka saling mendukung satu sama lain.
7. Hingga ketika adinda berhadapan dengan
masalah, ia langsung mencari sosok putra untuk berbagi, menyandarkan harap
mendapat solusi.
8. Tanpa sadar dalam lisan adinda mengucap bahwa ia merasa begitu
lemah dihadapan sosok tersebut, mulai merasa kehilangan jika ia tak ada, rapuh.
9. Belum lagi ketika adinda ingin pergi, dia berkata harus minta
izin dulu, memberi kabar dulu, supaya tidak khawatir.
10. Mereka paham, bahwa cinta yang sebenarnya
yaitu dengan menikah, tapi mereka masuk ke lubang dimana syaithan membuat yang
buruk menjadi indah
11. Bukan lagi Allah sandarannya. Bukan lg Allah yang mereka
utamakan. Tp hawa nafsu memulai semuanya dengan cara yang tidak baik.
12. Sosok adinda mulai resah, gelisah dan merasa semuanya ini tak
wajar. Akhirnya dia berbicara pada putra yang sudah paham bahwa ini semua salah.
13. Tapi putra hanya bisa berjanji pada adinda jika akan
menghalalkan semuanya. Tapi lagi lagi, kuasa Allah yang menentukan semuanya.
14. Makin kesini,
adinda makin mengetahui bahwa hatinya sudah tidak lagi menomorsatukan Allah,
harapannya sangat ia sandarkan pada makhluknya.
15. Putra tidak bisa menepati janjinya dan dia pergi meninggalkan
adinda. Tidak ada yang tau niat dalam hati seseorang kecuali Allah.
16. Harapan indah terlanjur menghiasi rongga-rongga mimpi adinda,
hingga ketika ia menerima kenyataan yang tidak sesuai harapan, ia terhampas
keras ke tanah.
17. Cinta itu tidak buta, tapi melumpuhkan logika. Adinda
menyesali pelanggarannya terhadap syari'at Allah. Menyesali tidak menjaga
hatinya.
18. Memang nikmati diperhatikan oleh orang yang
kita sukai, tapi selama belum halal, syaithan mengambil peran. Disitulah lumpuhnya
logika.
19. Adinda kembai terseok mendekat pada Allah, sebab kemarin
sempat terlupa. Bulir-bulir air mata mau menetes dalam setiap shalatnya.
20. Tengadah kedua tangannya menjadi saksi pengakuan dosa yang
membawanya pada akibat yang sulit dihempas.
21. Rasa sakit berulang kali menghampiri hati adinda, jika ia
mengingat sosoknya yang hadir dalam kehidupannya.
22. Tetapi adinda percaya, dibalik deras air
matanya, Allah punya pelangi utk dirinya. Adinda percaya Allah mempunyai hadiah
terbaik untuknya
23. Ada pesan dari adinda untuk setiap
muslimah :)

24. Sesuatu yang diawali dengan cara yang
tidak direstuinya, jangan harap di kemudian hari akan menuai barakah. Jagalah hatimu
dengan sebaik mungkin.
25. Jangan tergiur dengan janji seseorang yang
belum halal. Jangan izinkan rasa yang belum sepantasnya memenuhi hatimu. Dimana
Allah jika begitu?
26. Biarkan rasa itu hadir pada saatnya, dengan
ikatan yangg diridhai oleh Allah Azza wa Jalla. Mitsaqan ghaliza. Sebuah perjanjian
yang kuat & suci antara dua manusia. Berbuah sakinah,
mawaddah, wa rahmah. In syaa Allah.
27. Satu hal yang perlu kita ingat ketika akan bermaksiat padanya.
Ingatlah, takutlah padd Allah. Allah selalu melihatmu dan mengawasimu :)
28. Sekian cerita adinda dan putra. Semoga bermanfaat untuk kita
semua. Fokuslah mencintai Allah dahulu karena Dia tidak pernah meninggalkan
kita J
Inilah sedikit sharing buat
perempuan-perempuan yang berhati tangguh, semoga bermanfaat J