Rabu, 12 November 2014

sedikit sharing buat perempuan-perempuan yang berhati tangguh (cerita nyata)

Bismillaah.. Aku mau berbagi cerita tentang "menjaga hati" >.<
Ini kisah nyata antara adinda dan putra.. Namanya bukan nama asli.. Dan sumber dari twitter teh @vanillaas simak yaa :3
1.      Ini tentang kedua insan manusia yang selalu berupaya untuk slalu mendekat kepada Allah Subhanahu wa ta'ala.
2.      Mereka sama-sama berhijrah dari kehidupan yang kelam menjadi lebih baik. Dimana mereka kembali pada pelukan Allah setelah mereka menjauh darinya.
3.      Kedua insan itu adalah adinda dan putra. Mereka dipertemukan kembali dalam keadaan berhijrah mengenal Allah dlm hidup mereka.
4.      Hadirnya putra dikehidupan adinda, tanpa disadari mengambil hatinya adinda. Terbuai oleh keshalihan yang tampak di permukaan.
5.      Inilah bukti nyata iman naik tingkat, godaan naik derajat. Hembusannya tak terasa. Adinda slalu berbunga-bunga ada putra dalam hari-harinya.
6.      Keterbiasaan mereka melakukan komunikasi membentuk sebuah kebiasaan, dimana mereka saling mendukung satu sama lain.
7.      Hingga ketika adinda berhadapan dengan masalah, ia langsung mencari sosok putra untuk berbagi, menyandarkan harap mendapat solusi.
8.      Tanpa sadar dalam lisan adinda mengucap bahwa ia merasa begitu lemah dihadapan sosok tersebut, mulai merasa kehilangan jika ia tak ada, rapuh.
9.      Belum lagi ketika adinda ingin pergi, dia berkata harus minta izin dulu, memberi kabar dulu, supaya tidak khawatir.
10.   Mereka paham, bahwa cinta yang sebenarnya yaitu dengan menikah, tapi mereka masuk ke lubang dimana syaithan membuat yang buruk menjadi indah
11.   Bukan lagi Allah sandarannya. Bukan lg Allah yang mereka utamakan. Tp hawa nafsu memulai semuanya dengan cara yang tidak baik.
12.   Sosok adinda mulai resah, gelisah dan merasa semuanya ini tak wajar. Akhirnya dia berbicara pada putra yang sudah paham bahwa ini semua salah.
13.   Tapi putra hanya bisa berjanji pada adinda jika akan menghalalkan semuanya. Tapi lagi lagi, kuasa Allah yang menentukan semuanya.
14.   Makin kesini, adinda makin mengetahui bahwa hatinya sudah tidak lagi menomorsatukan Allah, harapannya sangat ia sandarkan pada makhluknya.
15.   Putra tidak bisa menepati janjinya dan dia pergi meninggalkan adinda. Tidak ada yang tau niat dalam hati seseorang kecuali Allah.
16.   Harapan indah terlanjur menghiasi rongga-rongga mimpi adinda, hingga ketika ia menerima kenyataan yang tidak sesuai harapan, ia terhampas keras ke tanah.
17.   Cinta itu tidak buta, tapi melumpuhkan logika. Adinda menyesali pelanggarannya terhadap syari'at Allah. Menyesali tidak menjaga hatinya.
18.   Memang nikmati diperhatikan oleh orang yang kita sukai, tapi selama belum halal, syaithan mengambil peran. Disitulah lumpuhnya logika.
19.   Adinda kembai terseok mendekat pada Allah, sebab kemarin sempat terlupa. Bulir-bulir air mata mau menetes dalam setiap shalatnya.
20.   Tengadah kedua tangannya menjadi saksi pengakuan dosa yang membawanya pada akibat yang sulit dihempas.
21.   Rasa sakit berulang kali menghampiri hati adinda, jika ia mengingat sosoknya yang hadir dalam kehidupannya.
22.   Tetapi adinda percaya, dibalik deras air matanya, Allah punya pelangi utk dirinya. Adinda percaya Allah mempunyai hadiah terbaik untuknya
23.   Ada pesan dari adinda untuk setiap muslimah :)
24.   Sesuatu yang diawali dengan cara yang tidak direstuinya, jangan harap di kemudian hari akan menuai barakah. Jagalah hatimu dengan sebaik mungkin.
25.   Jangan tergiur dengan janji seseorang yang belum halal. Jangan izinkan rasa yang belum sepantasnya memenuhi hatimu. Dimana Allah jika begitu?
26.   Biarkan rasa itu hadir pada saatnya, dengan ikatan yangg diridhai oleh Allah Azza wa Jalla. Mitsaqan ghaliza. Sebuah perjanjian yang kuat & suci antara dua manusia. Berbuah sakinah, mawaddah, wa rahmah. In syaa Allah.
27.   Satu hal yang perlu kita ingat ketika akan bermaksiat padanya. Ingatlah, takutlah padd Allah. Allah selalu melihatmu dan mengawasimu :)
28.   Sekian cerita adinda dan putra. Semoga bermanfaat untuk kita semua. Fokuslah mencintai Allah dahulu karena Dia tidak pernah meninggalkan kita J
Inilah sedikit sharing buat perempuan-perempuan yang berhati tangguh, semoga bermanfaat J

1 komentar: